dr. Isna Tekankan Pentingnya Edukasi Sejak Dini untuk Cegah HIV/AIDS
- account_circle adminjuare
- calendar_month Senin, 1 Des 2025
- visibility 16
- comment 0 komentar

JUARE — Dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia, Puskesmas Citangkil 1 mengajak masyarakat untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran terkait pencegahan HIV/AIDS. Kepala Puskesmas Citangkil 1, dr. Hj. Isnayati, dalam wawancaranya pada Senin (1/12/2025) menyampaikan bahwa AIDS memang merupakan penyakit menular, namun tidak mudah ditularkan jika masyarakat memahami cara pencegahan dan tidak terjebak pada stigma yang keliru.
Isnayati menjelaskan bahwa pencegahan HIV/AIDS dapat dilakukan melalui pendekatan ABCDE, sebuah konsep edukatif yang mudah diterapkan oleh semua lapisan masyarakat:
1. A — Abstain
Tidak melakukan hubungan seksual bagi yang belum menikah menjadi langkah paling aman untuk menghindari risiko penularan HIV.
2. B — Be Faithful
Saling setia pada pasangan adalah bentuk tanggung jawab bersama untuk menjaga kesehatan dan mencegah penularan penyakit.
3. C — Condom
Menggunakan kondom apabila berada dalam situasi berisiko sangat dianjurkan sebagai perlindungan tambahan.
4. D — Drugs
Menjauhi penggunaan obat-obatan terlarang, terutama penggunaan jarum suntik yang tidak steril, merupakan cara penting untuk menghindari penularan HIV.
5. E — Education
Edukasi tentang HIV/AIDS perlu diberikan secara berkelanjutan, termasuk kepada remaja, agar mereka mampu memahami risiko, cara penularan, serta langkah pencegahannya secara benar.
“Pendidikan kesehatan harus diberikan sejak dini. Remaja perlu mengetahui fakta yang benar mengenai HIV/AIDS agar tidak salah langkah dan dapat melindungi diri,” ujar dr. Isnayati.
Selain pencegahan, Isnayati menekankan pentingnya menghilangkan stigma terhadap Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA). Menurutnya, ketakutan berlebih dan informasi keliru sering membuat ODHA dijauhi, padahal HIV tidak menular melalui sentuhan, pelukan, bersalaman, berbagi makanan, atau berada di ruangan yang sama.
“Jauhi penyakitnya, bukan orangnya. ODHA tetap manusia yang harus dihargai, didukung, dan diberi kesempatan untuk hidup sehat dan produktif,” tegasnya.
Puskesmas Citangkil 1 berkomitmen untuk terus memberikan layanan kesehatan, edukasi, serta pendampingan bagi masyarakat dan ODHA. Melalui kegiatan penyuluhan, pemeriksaan kesehatan, dan kolaborasi lintas sektor, Isnayati berharap angka penularan HIV dapat ditekan dan masyarakat menjadi lebih peduli terhadap kesehatan seksual dan reproduksi.
Dengan edukasi yang benar dan sikap saling mendukung, HIV/AIDS dapat dicegah, dan stigma dapat dikikis. Masyarakat diharapkan semakin terbuka untuk mencari informasi dan melakukan pemeriksaan dini demi kesehatan bersama.
Redaksi.
- Penulis: adminjuare


Saat ini belum ada komentar